Berikut Adalah Tanda Egoisnya Pasangan yang Mementingkan Diri Sendiri

Berikut Adalah Tanda Egoisnya Pasangan yang Mementingkan Diri Sendiri

Setiap orang tentu inginkan mendapat pasangan yang dapat saling menjunjung satu sama lain, saling sayang, dan tidak egois. Namun, bagaimana jadinya kala kita di hadapkan oleh pasangan yang senang mementingkan diri sendiri? Jangankan berkhayal jalinan kalian, anda saja sebagai pasangannya senang gak di perhatikan. Jadi sebel bukan?

Supaya tidak penasaran, di lansir dari laman theiotrevolution.com, berikut ini tiga sinyal bahwa pasanganmu hanya mementingkan dirinya sendiri. Di kutip dari laman idnpoker apk, lebih lengkapnya yuk baca artikelnya di bawah ini.

1. Datang ke kamu kalau ada perlunya saja

Tanda pertama bahwa pasangan puas mementingkan dirinya sendiri yaitu. Ia berkunjung ke kamu jika tersedia perlunya saja. Ya bagaimana tidak, selama menjalin hubungan yang ia hiraukan hanya dirinya sendiri. Maka saat dia butuh sesuatu, ia berkunjung dan bersikap manis seolah-olah kamu adalah sosok yang paling di cintainya

Namun giliran kamu yang membutuhkan, ia selalu menghindar dan ada saja alasan untuk gak jalankan permintaanmu. Waduh, jangan hingga kamu terlilit oleh pasangan egois layaknya itu ya.

2. Sangat memperhatikan citranya di mata orang lain

Tanda selanjutnya yaitu, ia sangat memperhatikan citranya di mata orang lain. Ia akan menunjukkan dan membesar-besarkan sisi terbaik atau prestasinya ke semua orang. Citra atau pandangan orang lain adalah hal yang sangat penting, sampa-sampai ia tidak menghargai keberadaanmu.

Terkadang ia juga merendahkan pendapat yang kamu utarakan. Untuk mengatasinya coba deh nasihati pelan-pelan. Siapa tahu sifatnya yang terlalu egois dan memetingkan diri sendiri ini bisa berkurang.

3. Melihat sesuatu dari sudut pandangnya saja

Selain dua poin di atas, bukti kalau pasangan mu adalah pribadi yang suka mementingkan diri sendiri yaitu. Ia melihat sesuatu hanya dari sudut pandangnya saja. Ketika memutuskan sesuatu misalnya, bukan di diskusikan sama-sama dan menerima masukan darimu, ia malah memutuskan sendiri.

Padahal dalam menjalin hubungan untuk melihat suatu hal itu harus dari berbagai perspektif. Supaya tahu apa kelebihan dan kekurangan dari setiap keputusan yang di ambil.

Tagged : / / / /

Beberapa Hal yang Perlu Di Pertimbangkan Sebelum Kamu Minta Maaf Pada Pasanganmu

Beberapa Hal yang Perlu Di Pertimbangkan Sebelum Kamu Minta Maaf Pada Pasanganmu

Rasanya semua orang pasti sepakat ya, bahwa meminta maaf itu adalah sebuah perbuatan yang baik? Tanda bahwa kamu cukup dewasa, rendah hati dan tentunya sadar diri bahwa kamu bisa saja berbuat salah dengan atau tanpa sempat kamu sadari, terlebih ke pada pasangan sendiri.

Meskipun begitu, di lansir dari laman theiotrevolution.com, lima hal berikut ini sebaiknya kamu pertimbangkan dahulu sebelum meminta maaf pada pasanganmu. Apa saja itu? Yuk, simak satu per satu!

1. Apakah ini memang salahmu?

Di kutip dari laman Aplikasi IDN Poker, sekalipun niatmu baik, jika masalah yang muncul memang bukan salahmu dan justru salahnya, buat apa juga kamu yang meminta maaf? Mungkin kamu cuma ingin mendinginkan suasana.

Apalagi kamu tahu dia tipe orang yang sangat sulit mengakui kesalahan diri sehingga sebaiknya kamu mengalah saja. Namun apakah ini baik? Apakah kamu kuat untuk selalu mengalah darinya?

Jika ini terus di lakukan, hubungan kalian malah menjadi makin tidak sehat. Dia makin merasa paling benar dan mendominasi hubungan. Dia perlu belajar berintrospeksi dan meminta maaf selagi kamu belajar lebih tegas padanya.

2. Jika salahmu, yakin tahu persis letak kesalahanmu dan bagaimana seharusnya?

Dengan kepekaan hatimu, kamu akan lekas menyadari telah melakukan kesalahan pada pasangan. Namun cepat-cepat meminta maaf juga kurang tepat. Kecuali jika kamu tahu persis apa kesalahanmu.

Bila kamu hanya mengira-ngira, permintaan maafmu gak akan memuaskannya apalagi mengobati perasaannya yang telanjur terluka. Sebab dia jadi gak bisa berharap kamu tahu caranya memperbaiki diri.

3. Sudah berapa kali meminta maaf untuk kesalahan yang sama?

Nah, ini akibatnya jika selama ini kamu cuma suka meminta maaf tanpa tahu dengan pasti letak kesalahanmu dan bagaimana yang seharusnya. Pasti kamu bakal mengulang-ulang kesalahan itu.

Kamu pikir, pasanganmu akan kebal setelah berkali-kali di sakiti dengan cara yang sama. Beberapa orang di luar sana mungkin saja gak peduli lagi jika berada dalam kondisi seperti ini.

Namun pasanganmu mungkin justru makin sakit hati. Sampai akhirnya dia menyerah dengan hubungan kalian alias minta putus. Kamu gak cuma punya tugas meminta maaf bila bersalah melainkan yang terpenting ialah gak mengulanginya lagi.

4. Waktu, tempat, dan suasana hatinya

Kesalahanmu saja sudah bikin perasaannya gak enak. Apalagi kalau kamu mencoba meminta maaf di waktu dan tempat yang gak tepat. Di tambah suasana hatinya lagi gak baik.

Entah karena dia masih kesal banget padamu atau ada hal lain yang membuatnya bad mood. Jangan sampai dia sekalian melampiaskan semua kejengkelannya padamu.

5. Jika permintaan maaf gak di terima, harus siap dengan kemungkinan terburuknya

Dia menolak permintaan maafmu juga sudah buruk. Namun ada yang lebih buruk lagi. Yaitu dia gak mau lagi melanjutkan hubungan kalian bahkan meski dia bilang sudah memaafkanmu.

Padahal menurut akal sehatmu, jika kamu sudah meminta maaf apalagi dia bilang mau memaafkan, seharusnya hubungan kalian otomatis kembali seperti semula. Kenyataannya, belum tentu segampang itu. Mungkin baginya, kesalahanmu sangatlah fatal.

Dengan mempertimbangkan kelima hal di atas, semoga permintaan maafmu benar-benar bisa menyelesaikan masalah di antara kalian. Bukan justru menjadi sumber masalah baru atau sekadar formalitas saja.

Tagged : / / / /

3 Alasan Menurut Studi, Beradu Argumen Ternyata Baik buat Hubunganmu

3 Alasan Menurut Studi, Beradu Argumen Ternyata Baik buat Hubunganmu

Seperti yang sudah di ketahui oleh orang banyak bahwa, ketika kalian berada dalam hubungan, kalian pasti akan menghadapi situasi di mana saat itu kalian harus bertengkar sama pasangan kalian masing-masing. Akan tetapi, beradu argumen adalah suatu hal yang lumrah. Karena, bahkan pada pasangan yang langgeng, pun pernah mengalami selisih paham dalam hubungannya.

Lalu, alasan berantem apa aja sih yang masih bisa kamu toleransi sama pasangan kamu? Di lansir dari laman theiotrevolution.com, berikut ini bebreapa alasan kenapa beradu argumen sama pasangan ternyata baik buat hubungan kalian.

1. Memberi kesempatan buat berkomunikasi secara jujur

Di kutip dari laman Login IDNPlay, Bustle, studi oleh Able Arguers yang melibatkan 976 responden pada tahun 2012. Menemukan bahwa, pasangan yang berada dalam konflik sehat mereka merasa 10 kali lebih bahagia. Ketimbang dengan pasangan yang mengabaikan kebutuhan mereka saat harus menghadapi perbincangan alot tersebut. Menurut terapis Courtney Watson, berargumen dalam sebuah hubungan itu sehat. Karena, kamu bisa mengomunikasikan frustasi dan apa yang kalian butuhkan sama pasangan kalian masing-masing.

Berdebat dalam hubungan itu gask selalu tentang menunjukkan suatu kejahatan atau keburukan pasangan kalian. Karena, kalian bisa berdebat dengan cara yang sehat. Kemarahan merupakan emosi alami yang mengingatkan pada sesuatu yang kurang menyenangkan, dan baik ketika pasangan mengetahui hal itu.

2. Membantu kalian belajar motivasi perilaku tertentu dari pasangan

Profesor psikologi di Syracuse University’s College of Arts and Sciences Dr. Laura VanderDrift, mengatakan bahwa berdebat – selama di lakukan tanpa penghinaan, kritik, dan pembelaan – sebenarnya dapat memperkuat hubungan romantis. Melalui penyelesaian konflik kepentingan, itu membantu pasangan mencari motif dari perilaku pasangan mereka. Namun dengan catatan ada keterlibatan orang ketiga yang menjadi penengah atau negosiator netral di antara mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa mengambil perspektif pihak ketiga yang netral dapat membantu. Misalnya, menanyakan pendapat teman yang tahu tentang hubungan kalian perihal sikap yang di lakukan oleh pasangan.

3. Membantu kalian dan hubungan bertumbuh

Alih-alih menimbulkan ketakutan, profesor komunikasi Jennifer A. Samp, Ph.D. di lansir Psychology Today, mengatakan berargumen justru memberi manfaat dalam hubungan yang sehat, baik dalam persahabatan maupun hubungan romantis. Ia melihat konflik bukan sebagai ancaman, melainkan peristiwa yang membantu hubungan berkembang dan tumbuh, sehingga orang bisa lebih mengenali diri mereka.

Pendapat ini di kuatkan oleh terapis Watson yang mengatakan pasangan bertumbuh ketika informasi dari argumen secara konstruktif justru memperbaiki hubungan. Menurutnya, argumen baik bukan termasuk pada penghinaan dan manipulasi terhadap pasangan.

Tagged : / / / /